Senin, 02 April 2018

ulasan Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang


Ulasan Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang
Gadis misterius
Cerpen yang hanya dapat dipahami oleh orang yang tentunya bisa mengikuti alur pikiran tokoh aku. Aku disini merasa penasaran dan tertarik kepada gadis .kecil penuh rahasia yang memiliki alis tebal dan tatapan cemerlang menarik perhatian.
Aku ini melihat gadis tersebut ketika ia akan menuju ke rumah temannya yang bernama Sahlan. Di stasiun dia selalu melihat ke arah gadis itu hingga dia tidak bisa melupakannya. Ketika sampai di sana , rumah temennya sangat sederhana seperti rumah pada umunya.
Istri Sahlan, begitu menawan. Senyumnya yang menawan dan bersuara merdu ketika sedang menyanyi lagu india. Dan juga ketika dia menawari ku makan bersama-sama dengan Sahlan dan menyungguhkan cangkir kopi membuat ku terkesima. Apabila aku melihat wajah istri sahlan aku langsung teringat gadis yang aku lihat di stasiun.
Sahlan berhenti sejenak matanya menerawang, seolah-olah sedang mengingat-ingat masa lalu. Aku sendiri kontan teringat gadis kecil beralis tebal yang juga memandangiku di stasiun S ketika keretaku akan berangkat.
Masya Allah, aku tertegun. Kulihat di depanku, seorang perempuan menatapku. Alisnya tebal, matanya cemerlang, dan senyumnya manis sekali; persis seperti yang dimiliki gadis kecil yang menatapku di stasiun S.
Seketika aku mengingat  kembali wajah yang tidak dapat hilang dalam benakku,iya wajah gadis kecil beralis tebal yang selalu berkeliling di dalam benakku dan tak pernah terlupakan malahan semakin teringat.
Gadis yang tak lain dan tak bukan ialah gadis yang pernah kulihat di stasiun S. Ketika ibuku menawariku untuk mengawini gadis yang bernama India itu, tanpa pikir panjang aku mau. Kami kawin dengan wali hakim, karena dia gadis lola, tak punya orangtua dan saudara.
Ia adalah anak asuh kawannya ibuku yang memungutnya sejak bayi. Kawan ibuku itu menemukan bayi di stasiun S dan sudah diurus ke mana-mana, tak ada yang mengakuinya. Akhirnya kawan ibuku itulah yang memeliharanya. Beliau menamakannya dengan bintang film India kesayangannya, Shakila.”
 Aku tak lagi mendengar apakah Sahlan masih terus berbicara atau tidak karena tiba-tiba gadis kecil beralis tebal dan bermata cemerlang datang, entah dari mana, dan tersenyum manis sekali.
Ya begitulah si aku menceritakan cerita yang hanya dipahami dia saja apabila kita tidak membacanya secara selesai dan seksama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar