Ulasan
Gadis Kecil Beralis Tebal Bermata Cemerlang
Gadis misterius
Cerpen yang hanya dapat dipahami oleh orang yang tentunya bisa mengikuti alur pikiran tokoh aku. Aku disini merasa penasaran dan tertarik kepada gadis .kecil penuh rahasia yang memiliki alis tebal dan tatapan cemerlang menarik perhatian.
Cerpen yang hanya dapat dipahami oleh orang yang tentunya bisa mengikuti alur pikiran tokoh aku. Aku disini merasa penasaran dan tertarik kepada gadis .kecil penuh rahasia yang memiliki alis tebal dan tatapan cemerlang menarik perhatian.
Aku ini melihat gadis tersebut
ketika ia akan menuju ke rumah temannya yang bernama Sahlan. Di stasiun dia
selalu melihat ke arah gadis itu hingga dia tidak bisa melupakannya. Ketika sampai
di sana , rumah temennya sangat sederhana seperti rumah pada umunya.
Istri Sahlan, begitu menawan.
Senyumnya yang menawan dan bersuara merdu ketika sedang menyanyi lagu india. Dan
juga ketika dia menawari ku makan bersama-sama dengan Sahlan dan menyungguhkan
cangkir kopi membuat ku terkesima. Apabila aku melihat wajah istri sahlan aku
langsung teringat gadis yang aku lihat di stasiun.
Sahlan berhenti
sejenak matanya menerawang, seolah-olah sedang mengingat-ingat masa lalu. Aku
sendiri kontan teringat gadis kecil beralis tebal yang juga memandangiku di
stasiun S ketika keretaku akan berangkat.
Masya Allah, aku tertegun. Kulihat
di depanku, seorang perempuan menatapku. Alisnya tebal, matanya cemerlang, dan
senyumnya manis sekali; persis seperti yang dimiliki gadis kecil yang menatapku
di stasiun S.
Seketika
aku mengingat kembali wajah yang tidak
dapat hilang dalam benakku,iya wajah gadis kecil beralis tebal yang selalu
berkeliling di dalam benakku dan tak pernah terlupakan malahan semakin
teringat.
Gadis yang tak lain
dan tak bukan ialah gadis yang pernah kulihat di stasiun S. Ketika ibuku
menawariku untuk mengawini gadis yang bernama India itu, tanpa pikir panjang
aku mau. Kami kawin dengan wali hakim, karena dia gadis lola, tak punya
orangtua dan saudara.
Ia adalah anak asuh
kawannya ibuku yang memungutnya sejak bayi. Kawan ibuku itu menemukan bayi di
stasiun S dan sudah diurus ke mana-mana, tak ada yang mengakuinya. Akhirnya
kawan ibuku itulah yang memeliharanya. Beliau menamakannya dengan bintang film
India kesayangannya, Shakila.”
Aku tak lagi mendengar apakah Sahlan masih
terus berbicara atau tidak karena tiba-tiba gadis kecil beralis tebal dan
bermata cemerlang datang, entah dari mana, dan tersenyum manis sekali.
Ya begitulah si aku
menceritakan cerita yang hanya dipahami dia saja apabila kita tidak membacanya secara
selesai dan seksama.